Sampingan

INTEGRASI EKONOMI

Defenisi Integrasi Ekonomi

Definisi integrasi ekonomi secara umum adalah pencabutan (penghapusan) hambatan-hambatan ekonomi diantara dua atau lebih perekonomian (negara). Secara operasional, didefinisikan sebagai pencabutan (penghapusan) diskriminasi dan penyatuan politik (kebijaksanaan) seperti norma, peraturan, prosedur.

Instrumen di dalam integrasi ekonomi

  • bea masuk,
  • pajak,
  • mata uang,
  • undang-undang,
  • lembaga,
  • standarisasi, dan
  • kebijaksanaan ekonomi

 

Kerugian dan Manfaat integrasi ekonomi

Terberntuknya integrasi ekonomi tidak disangkal akan menciptakan sejumlah manfaat dan kerugian

1. Kerugian

  • Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu Negara untuk menggunakan kebijakan fiscal, keuangan dan moneter untuk mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan Negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang ” diberikan ” oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan.
  • Kerugian lain adalah adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan dan potensi menjadi pasar bagi Negara yang tidak mampu bersaing. Tenaga kerja dan produksi dari Negara lain dalam suatu kawasan akan masuk dengan hambatan yang lebih ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan pengangguran di dalam negeri dan ketergantungan akan produk impor yang lebih murah dan efisien.

2. Manfaat

  • meningkatnya kompetisi actual dan potensial diantara pelaku pasar, baik pelaku pasar yang berasal dari suatu Negara, dalam sekelompok Negara, maupun pelaku pasar diluar kedua kelompok tersebut. Kompetisi diantara pelaku pasar tersebut diharapkan akan mendorong harga barang dan jasa yang sama lebih rendah, meningkatkan variasi kualitas dan pilihan yang lebih luas bagi kawasan yang terintegrasi.
  • desain produk, metode pelayanan, system produksi dan distribusi serta aspek lain menjadi tantangan bagi pelaku pasar saat ini dan dimasa depan. Hal ini akan mendorong perubahan arah dan intensitas dalam inovasi dan kebiasaan kerja dalam suatu perusahaan.
  • tercapainya ekonomi melalui pasar yang lebih luas yang akan mendorong peningkatan efisiensi perusahaan melalui berkurangnya biaya produksi.

 

Dampak Integrasi Ekonomi Bagi Indonesia

a)Perdagangan antar negara akan berlangsung sangat bebas, jauh lebih bebas dari era AFTA. Di dalam AFTA, pemerintah masih dimungkinkan misalnya menerapkan bea masuk 1 sampai 5 persen atau juga mengeluarkan kebijakan khusus untuk melindungi industri atau barang-barang produksi dalam negeri yang sangat sensitif.  Sebaliknya, dalam era PTA barang-barang produk Indonesia akan sepenuhnya bersaing dengan barang-barang produksi negara lainnya.  Dengan kualitas yang ada saat ini serta tingginya pajak dan pungutan sebagaimana banyak dikeluhkan pengusaha, niscaya akan sangat sulit bagi barang Indoneisa untuk bisa bersaing.

b)Pergerakan tenaga kerja akan terjadi secara bebas yang bisa memberikan dampak luar biasa bagi Indonesia.  Di satu sisi, persaingan tenaga kerja di dalam negeri akan sangat kompetitif.  Pekerja kita tidak hanya akan bersaing dengan sesama WNI, tetapi juga dengan seluruh warga ASEAN.  Konsekuensinya, tenaga kerja Indonesia harus memiliki kemampuan yang lebih tinggi atau minimal sama dengan tenaga kerja luar agar bisa memperoleh pekerjaan yang layak.

c)Persaingan untuk menarik investasi bagi kelangsungan pembangunan juga akan semakin berat dengan adanya prinsip free movement of capital.  Jika dilihat dari kacamata ini, kasus hengkangnya Sony, Aiwa, Nike dan perusahaan lainnya dari Indonesia yang sangat ramai dibicarakan dalam bulan November-Desember 2002 adalah fenomena yang sangat wajar dan tidak perlu ditanggapi secara emosional.  Bahkan, bukan tidak mungkin pengusaha-pengusaha nasional kita justru akan menanamkan modalnya di negara-negara anggota ASEAN lain demi mencapai efisiensi yang lebih baik.

Halangan untuk Integrasi

  • Integrasi sulit untuk mencapai dan mempertahankan
  • Bangsa mungkin akan mendapat keuntungan tetapi kelompok dalam negara mungkin akan terluka
  • Potensi kehilangan kedaulatan dan kontrol atas isu-isu domestic

Implikasi Integrasi Ekonomi Untuk Bisnis

Opportunities :

• Pasar lebih terbuka

• Biaya bisnis lebih rendah pada suatu pasar tunggal

• Kemampuan perusahaan meningkat karena halangan budaya dan persaingan berkurang (tidak menjadi halangan utama)

Threats :

• Lingkungan bisnis tertentu menjadi lebih kompetitif.

• Rasionalisasi harus diberlakukan untuk menghemat biaya.

• Kemungkinan ditolak penuh oleh suatu integrasi ekonomi.

Bentuk-Bentuk Blok Perdagangan

  • daerah perdagangan bebas (free trade area),

Daerah atau kawasan perdagangan bebas terjadi jika sekelompok negara sepakat untuk menghapuskan berbagai hambatan perdagangan, seperti tarif dan kuota, antar sesama negara anggota. Meskipun demikian, masing-masing negara tetap memiliki dan memberlakukan berbagai hambatan terhadap negara-negara bukan anggota kawasan tersebut. Di wilayah Asia Tenggara, negara-negara ASEAN mencetuskan kawasan perdagangan bebas yang dikenal dengan nama ASEAN Free Trade Area (AFTA).

  • perserikatan pabean (customs union),

Pada perserikatan pabean, antar sesama negara anggota memberlakukan ketentuan perdagangan bebas dan tarif bea masuk serta kuota yang seragam terhadap impor dari negara-negara bukan anggota.

  • pasar umum (common market),

Dalam integrasi ekonomi berbentuk pasar bersama, sesama negara anggota mempunyai kebebasan secara penuh untuk memindahkan faktor-faktor produksi, khususnya modal dan tenaga kerja, serta membentuk kawasan perdagangan bebas dan menyeragamkan peraturan tarif bea masuk. Contoh bentuk kerja sama ini adalah Masyarakat Eropa (ME) atau European Community (EC).

  • serikat ekonomi (economic union).

Negara-negara yang membentuk kerja sama kesatuan ekonomi (economic union) memiliki kebijakan ekonomi tunggal atau serupa, termasuk kebijakan moneter, pajak, maupun perdagangan. Sampai saat ini hanya European Union yang mengarah pada bentuk kerja sama ini. Contohnya, diberlakukannya mata uang tunggal untuk kawasan tersebut yang dinamakan European Currency Unit (ECU) atau Euro.

Blok Perdagangan Negara-Negara

 

Berikut ini adalah beberapa contoh dari blok perdagangan negara-negara di dunia

  • Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa

Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) didirikan tanggal 3 Mei 1960. sebagai sebuah blok dagang-alternatif untuk negara Eropa yang tidak mampu, atau memilih tidak untuk bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa (EEC) (sekarang Uni Eropa (EU)).

 

  • Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area, AFTA) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.

Tujuan

  • Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–Cina

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–Cina (ASEAN–China Free Trade Area, (ACFTA)), adalah suatu kawasan perdagangan bebas di antara anggota-anggota ASEAN dan Cina. Kerangka kerjasama kesepakatan ini ditandatangani di Phnom Penh, Cambodia, 4 November 2002, dan ditujukan bagi pembentukan kawasan perdagangan bebas pada tahun 2010, tepatnya 1 Januari 2010. Setelah pembentukannya ini ia menjadi kawasan perdagangan bebas terbesar sedunia dalam ukuran jumlah penduduk dan ketiga terbesar dalam ukuran volume perdagangan, setelah Kawasan Perekonomian Eropa dan NAFTA.

  • Komunitas Eropa

Komunitas Eropa, paling penting dari ketiga Komunitas-Komunitas Eropa, awalnya didirikan pada 25 Maret 1957 dengan penandatanganan Perjanjian Roma di bawah nama Komunitas Ekonomi Eropa. Kata ‘Ekonomi’ dihilangkan dari namanya oleh Perjanjian Maastricht tahun 1992, yang mana pada waktu yang sama secara efektif membuat Komunitas Eropa yang pertama dari tiga pilar Uni Eropa, yang disebut Pilar Komunitas.

·         Uni Eurasia

Uni Eurasia adalah rencana bagi Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Tajikistan dan negara pasca-Soviet lainnya, serta negara-negara berpotensial seperti Finlandia, Hongaria, Republik Ceko, Bulgaria dan Mongoliauntuk memperkuat integrasi. Pada tanggal 18 November 2011, presiden Belarus, Kazakhstan dan Rusia menandatangani sebuah perjanjian yang menetapkan target pendirian Uni Eurasia pada 2015. Perjanjian ini mencakup peta jalan integrasi masa depan serta pendirian Komisi Eurasia (mengikuti Komisi Eropa) dan Ruang Ekonomi Eurasia, keduanya akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2012.

ARGUMEN SEKITAR INTEGRASI EKONOMI

 

  • Ø Penciptaan Dan Pengalihan Perdagangan

Penciptaan perdagangan adalah ekonomi istilah yang terkait dengan ekonomi internasional di mana perdagangan arus diarahkan karena pembentukan kawasan perdagangan bebas atau serikat pabean.

Dalam kasus yang pertama setelah pembentukan serikat ekonomi biaya barang dianggap menurun yang menyebabkan peningkatan efisiensi dari integrasi ekonomi. Oleh karena itu, esensi perdagangan penciptaan adalah dalam penghapusan tarif bea di perbatasan bagian dalam unifiying negara (biasanya sudah perdagangan dengan satu sama lain), menyebabkan penurunan lebih lanjut dari harga barang, sementara mungkin ada kasus aliran perdagangan kreasi baru dari barang antara negara memutuskan untuk mengintegrasikan ekonomi.

Hal sebaliknya terjadi dalam kasus pengalihan perdagangan, ketika aliran perdagangan dialihkan dari negara mitra benar-benar hemat untuk satu kurang efisien tapi yang menjadi anggota serikat ekonomi dan membuat barang yang lebih murah dalam serikat, tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan seluruh dunia. Dalam prakteknya, baik penciptaan perdagangan dan efek pengalihan terjadi karena pembentukan serikat ekonomi. Efisiensi integrasi ekonomi serikat tertentu sekarang ini dinilai sebagai hasil akhir antara penciptaan perdagangan dan efek pengalihan: itu adalah biaya-efektif dalam kasus yang berlaku efek perdagangan penciptaan, dan sebaliknya.

  • Manfaat DariRegionalismeDibandingkanNasionalisme

Regionalisme dianggap penting karena regionmerupakan wadah paling tepat dan paling mungkin untuk menerima perubahan dan mengintensifkan resistensi dari tekanan kompetisi kapitalisme global. Menurut perspektif realis, ketidaksetaraan kekuatan (unequal power) dapat menciptakan logika yang tidak mendukung pasar kapitalis, oleh karena itu regionalisme digunakan untuk menciptakan kesetaraan kekuasaan. Sedangkan perspektif kontra-realisme menyatakan bahwa regionalisme merupakan sarana untuk memahami kondisi sosial-ekonomi yang berubah yang akan mengubah karakter, lingkup, dan arena kompetisi kekuasaan.

Kerjasama regional antar negara merupakan regionalisme yang terbentuk sebagai upaya untuk merespon tantangan eksternal. Dalam regionalisme ini ditekankan adanya koordinasi untuk menentukan posisi regional dalam sistem internasional. Di lain sisi, integrasi regional menekankan pada pengurangan atau bahkan usaha untuk menghilangkan batas antar negara. Dalam konteks ini bukan batas geografis yang ingin dihilangkan, namun batas interaksi seperti batasan pajak ekspor dan impor.

Mengurangi Tarif Impor             

Jika perusahaan menjual produknya secara lokal, mereka dapat manfaat karena harga lebih murah dan kualitas lebih tinggi dibandingkan pasokan dari dalam negeri. Impor juga sangat dipengaruhi 2 faktor yakni, pajak dan kuota. Tingkat impor dipengaruhi oleh hambatan peraturan perdagangan. Pemerintah mengenakan tariff (pajak) pada produk impor. Pajak itu biasanya dibayar langsung oleh importir, yang kemudian akan membebankan kepada konsumen berupa harga lebih tinggi dari produknya. Demikianlah sebuah produk mungkin berharga terlalu tinggi dibandingkan produk yang berasal dari dalam negeri. Ketika pemerintah asing menerapkan tariff,  kemampuan perusahaan asing untuk bersaing di Negara-negara itu dibatasi.

Pemerintah juga dapat menerapkan kuota pada produk impor, yang membatasi jumlah produk yang dapat diimpor. Jenis hambatan perdagangan seperti ini bahkan lebih membatasi dibandingkan tariff, karena secara eskpilit menetapkan batas jumlah yang dapat diimpor.

Dibawah ini dipaparkan salah satu contoh dari kebijakan penurunan tarif impor yang dilakukan indonesia didalam berintegrasi dagang dengan antar negara-negara ASEAN.

Penurunan tarif impor negara ASEAN tidak menguntungkan industri Indonesia

Pada 2010, Indonesia tercatat memiliki defisit mencapai US$5,6 miliar. Penurunan tarif impor yang berlaku di lingkup negara anggota ASEAN tidak memberikan keuntungan bagi industri Indonesia. Sebab, pemberlakukan tarif Common Effective Preferential Tariff (CEPT) justru malah memperbesar defisit neraca perdagangan Indonesia.

Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengutarakan, tren perdagangan ASEAN menunjukkan penurunan bea masuk malah makin memperbesar defisit neraca perdagangan Indonesia.

Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar US$3,1 miliar. Selama kurun waktu 2007-2010, lanjutnya, terjadi peningkatan defisit untuk kelompok produk industri sejalan dengan penurunan bea masuk.

“Hal ini menunjukkan produk industri Indonesia tidak dapat mengambil keuntungan dari diberlakukannya penurunan tarif impor di negara ASEAN,” katanya, Jumat (2/9).

Tarif CEPT, seperti diketahui, merupakan tarif yang berlaku untuk negara anggota ASEAN yang meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Tarif itu diberlakukan sebesar 0%.

Pada 2010, jumlah produk yang masih dikenai tarif bea masuk hanya tersisa 84 produk. Jumlah itu hanya sekitar 1% dari total produk. Jumlah produk yang masuk dikenakan bea masuk sudah jauh berkurang ketimbang kondisi 2009 yang masih sekitar 1.810 produk.

Sama halnya dengan penerapan tarif Multi Favoured Nation (MFN). Dia menyebut, tarif yang berlaku untuk negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia itu berdampak besar terhadap angka impor produk industri Indonesia.

Pada 2007, impor produk industri tercatat sebesar US$48 miliar atau 72% dari total impor. Selanjutnya, angka itu meningkat hingga US$92 miliar pada 2008. Impor sempat turun pada 2009 menjadi US$72 miliar sebagai imbas krisis ekonomi global yang terjadi pada akhir 2009. Namun, angka itu melonjak lagi hingga US$101 miliar pada 2010. Pada periode itu rasio produk industri meningkat hingga 75% dibandingkan kondisi 2007.

Lantaran adanya program harmonisasi tarif bea masuk pada 2010, kini tersisa 11% dari total produk yang dikenai tarif bea masuk 0% atau lebih rendah dari tahun sebelumnya sekitar 24%. “Jumlah produk yang masih dikenai tarif bea masuk pada 2010 sebanyak 7.816 produk,” ujarnya

Hukum Uni Eropa

Hukum Uni Eropa (sebelumnya disebut Hukum Komunitas Eropa) adalah sekumpulan traktat dan perundang-undangan (misalnya Regulasi dan Direktif) yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap hukum negara anggota Uni Eropa. Tiga sumber hukum Uni Eropa adalah hukum primer, hukum sekunder, dan hukum suplementer. Sumber primer utama hukum Uni Eropa adalah traktat pendirian Uni Eropa. Sumber sekunder meliputi regulasi dan direktif yang didasarkan kepada traktat-traktat. Badan legislatif Uni Eropa terdiri dari Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa, yang dapat membuat hukum sekunder untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam traktat. Sementara itu, sumber suplementer Hukum Eropa meliputi keputusan Mahkamah Eropa dalam kasus, hukum internasional, dan asas umum hukum Uni Eropa. Hukum Uni Eropa diterapkan oleh pengadilan-pengadilan negara anggota. Mahkamah Eropa merupakan pengadilan tertinggi yang dapat menafsirkan Hukum Eropa.

Integrasi Ekonomi dalam Negeri dan Krisis Global

      BANYAK krisis ekonomi dunia yang bermula dari krisis keuangan. Bukan tidak mungkin bahwa krisis keuangan di Eropa saat ini juga dapat diikuti krisis ekonomi. Kalau krisis keuangan di Eropa berkelanjutan, ekonomi Eropa akan menghadapi masalah. Akibatnya, impor dari Eropa akan menurun.

Negara yang banyak mengekspor ke kawasan itu juga akan ikut terganggu. Misalnya, China yang akan mengalami dampak besar karena banyak mengekspor ke Eropa. Keadaan ini dapat terus “menular”. Indonesia pun dapat terkena dampak krisis di Eropa ini melalui penurunan ekspor, baik yang secara langsung ke Eropa maupun ke negara lain yang banyak mengekspor ke Eropa.

Dalam krisis ekonomi global 2008-2009 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di dunia. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi menurun karena ekspor yang juga menurun. Indonesia dapat bertahan dari krisis antara lain karena tidak terlalu bergantung pada ekspor.  Sektor ekonomi dalam negeri telah membantu Indonesia bertahan dari dampak krisis.

 

 

 

 

 

Integrasi Ekonomi Dan Manajer Internasional

Implikasi bagi Manajer
• Peluang: Penciptaan pasar tunggal
– Protected pasar, sekarang terbuka
– Turunkan biaya melakukan bisnis di pasar tunggal
• Ancaman:
– Perbedaan dalam budaya dan praktek-praktek kompetitif membuat mewujudkan skala ekonomi sulit
– Lebih persaingan harga
– Di luar perusahaan dari pasar menutup
– Uni Eropa intervensi dalam merger dan akuisisi

REFERENSI

 

  • Rizky Saputro.2007. Wacana dan Kesimpulan Barat Tentang Integrasi Internasional
  • “Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-Operation Between ASEAN and the People’s Republic of

China “, (ASEAN), 5 November 2002. Diakses pada 1 Januari 2010.

INTEGRASI EKONOMI

By hutaurukjr

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s